MENGGERAKKAN MASA
DEPAN BANGSA

Berkomitmen menghasilkan SDM unggul di bidang energi, teknologi, dan bisnis untuk mewujudkan inovasi global secara berkelanjutan.

Psikologi
47 dibaca

Apa itu Growth Mindset dan Bisakah Diterapkan pada Anak?

Agar anak tumbuh menjadi sosok yang giat belajar dan berpikir kritis, Mama perlu menanamkan growth mindset sejak dini. Yuk, cari tahu manfaat dan cara membentuknya! Apa Itu Growth Mindset? Growth mindset adalah pola pikir yang memandang keberhasilan atau kesuksesan sebagai hasil dari usaha, dedikasi, dan ketekunan berkelanjutan. Anak dengan pola pikir ini cenderung memiliki kemauan yang kuat untuk terus berupaya mengasah bakat dan keterampilan yang ia miliki.  Ia juga bisa memandang tantangan sebagai peluang untuk mengeksplorasi dan memperkaya kemampuan diri. Itu kenapa mindset ini juga sering disebut mindset 'I Can Do Anything’. Manfaat Growth Mindset untuk Anak Selain menjadi sosok yang pantang menyerah, memiliki pola pikir positif ini akan membantu anak untuk:  1. Memiliki Persepsi Positif tentang Kecerdasan Pola pikir “I Can Do This!” membantu anak-anak memahami bahwa kecerdasan bakat alami yang mereka miliki sejak lahir hanyalah sebuah permulaan. Berbekal pada pola pikir ini, si Kecil akan terus giat belajar dan berusaha mengembangkan kualitas-kualitas diri yang sudah dimiliki untuk meraih tujuan apa pun yang mereka inginkan. 2. Lebih Siap Hadapi Masa Depan Orangtua perlu memahami bahwa dunia berubah dengan sangat dinamis, terutama setelah teknologi komputer dan internet semakin canggih.  Untuk menghadapi perubahan dunia yang begitu cepat dan bisa meraih kesuksesan di masa depan, anak perlu memiliki kemauan untuk terus belajar.  Dengan begitu ia menguasai banyak keterampilan baru, lebih kreatif, berpikir lebih kritis, dan bisa bersikap lebih proaktif dalam situasi yang belum pernah dihadapinya.  3. Bisa Menghadapi Kegagalan Growth mindset juga membantu anak memiliki mental yang kuat sejak kecil. Sebab, pola pikir “I can do anything!” mendorong si Kecil untuk menghadapi kegagalan sebagai hal yang wajar.  Si Kecil akan melihat kegagalan sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh, bukan sebagai kekalahan tak terhindarkan yang membuat ia lebih baik berhenti saja.  Dengan pandangan ini, si Kecil dapat bangkit kembali setelah menghadapi kegagalan atau kesulitan hingga pada akhirnya mencapai hasil yang diinginkan. Baca Juga: 18 Cara Melatih Fokus Anak yang Efektif Diterapkan di Rumah 4. Memiliki Kecerdasan Emosional yang Lebih Baik Anak dengan growth mindset  mungkin tetap akan merasa sedih ketika mengalami kegagalan. Akan tetapi, ia tidak akan berlarut-larut dalam rasa frustasi dan kecewa. Pola pikir ini juga memungkinkan si Kecil untuk tetap tenang, fokus, dan bersikap konstruktif dalam menghadapi saran atau kritikan dari orang lain. Mental yang positif dan kuat inilah yang memungkinkan si Kecil tumbuh dan berkembang menjadi individu yang berani, tangguh, dan selalu siap menghadapi tantangan di masa depan.  5. Memiliki Performa Akademik yang Lebih Baik Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa memiliki pola pikir ini membantu anak memiliki performa akademik yang lebih baik di sekolah nanti. Tidak mengherankan, ya, Ma, karena dengan pola pikir ini anak meyakini kecerdasan dan kemampuan kita dapat ditingkatkan dengan usaha yang konsisten dan strategi yang tepat. Jadi, ia akan meluangkan waktu dan perhatian lebih banyak untuk belajar demi meraih pencapaian yang lebih tinggi dan anak lebih pintar di sekolah.  Lalu, bagaimana Mama bisa tahu apakah si Kecil sekarang sudah memiliki growth mindset? Karakteristik Anak yang Memiliki Growth Mindset Pada umumnya, anak dengan pola pikir ini memiliki karakteristik sebagai berikut: 

Psikologi
48 dibaca

Logika, Matematika, dan Kecerdasan Buatan (AI)

Ketika mendengar kata Information Technology (IT) atau Teknologi Informasi, bayangan yang sering muncul di benak banyak orang adalah seseorang yang duduk di depan layar gelap, mengetik baris kode yang tak bisa dibaca, atau sekadar "orang yang bisa memperbaiki printer dan WiFi". Faktanya, IT adalah sebuah ekosistem raksasa. Menjadi seorang praktisi IT tidak hanya menuntut pemahaman tentang bahasa pemrograman, tetapi juga penguasaan berbagai disiplin ilmu lain yang berpadu menjadi satu harmoni digital. Di balik sebuah sistem yang berjalan mulus, ada banyak cabang ilmu yang bekerja di belakang layar. 1. Logika, Matematika, dan Kecerdasan Buatan (AI) Bahasa pemrograman seperti Python, JavaScript, atau PHP hanyalah alat. Inti dari pemrograman adalah logika dan algoritma, yang berakar kuat pada matematika. Ketika IT menyentuh ranah Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) atau Computer Vision, ilmu yang digunakan meluas ke probabilitas, statistika, dan kalkulus. Membangun sistem pelacakan objek waktu-nyata (misalnya menggunakan model seperti YOLOv8) untuk mendeteksi pergerakan kamera bukanlah sekadar "koding", melainkan melatih mesin untuk "melihat" dan "berpikir" secara matematis.

Tutorial
36 dibaca

Apa Itu Webhook & Cara Menggunakannya

ada yang sulit membedakannya dengan application programming interface (API) dengan webhook.Mungkin selama ini Anda hanya tahu menggunakan sistem dalam aplikasi tanpa mengetahui apa fungsi dan bagaimana cara menggunakannya. Apa Itu Webhook Webhook secara umum disebut sebagai panggilan balik atau callback HTTP untuk meneruskan informasi dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Informasi yang disediakan oleh webhook biasanya real time ketika sebuah sistem membutuhkannya. Kalau dari sisi pengguna atau user, webhook adalah sarana penerima informasi yang dibutuhkan tentang apapun. Atau disebut juga link URL yang disematkan untuk memaksimalkan penerimaan informasi dalam sebuah aplikasi. Dalam mengirimkan informasi, sistem webhook tidak punya batasan konten atau parsing XML seperti yang terjadi saat menggunakan API. Jadi apapun data yang diinginkan bisa didapat dalam waktu singkat tentang sebuah aplikasi yang pakai sistem webhook. Cara Menggunakan Webhook Tiga cara menggunakan webhook ini bisa Anda coba sesuai kebutuhan, karena masing-masing diterapkan dengan cara yang berbeda. Menerima Data Real Time (Push) Cukup daftarkan webhook pada aplikasi yang Anda inginkan, kemudian secara berkala sistemnya akan memberikan data yang dibutuhkan. Tanpa harus setiap saat membuka aplikasi tersebut. Contohnya untuk notifikasi grup chat, Anda bisa mendapatkan notifikasi secara intens sesuai informasi baru yang masuk ke dalam grup tersebut.       Proses Data dan Membalasnya Kalau Anda memiliki aplikasi sendiri dalam sebuah website, maka dengan menggunakan webhook dapat jadi media untuk memperluas aplikasi yang sudah ada kepada pengguna. Contohnya Facebook, ketika Anda menggunakan aplikasi yang ada di sana, webhook akan memberikan notifikasi kepada pengguna.  Isi pesan melalui webhook biasanya “Ada yang mengakses aplikasi, apa yang akan dilakukan? Jika Anda membalas, maka webhook akan terus memberikan informasi sesuai yang Anda butuhkan. Komunikasi pesan berbalas akan terus dilakukan webhook selama Anda aktif dan online pada aplikasi tersebut. Google juga menjadi salah satu yang menggunakan webhook salah satunya adalah Google wave. Saat Anda masukkan robot baru, maka akan muncul pesan melalui webhook tentang spesifikasi robot yang baru dimasukkan tersebut.       Penerima dan Penerus Data (Pipes) Menggunakan webhook bisa diatur untuk menerima dan meneruskan pesan. Contoh sederhananya, pakai webhook  untuk membuat skrip yang bertujuan sebagai sinkronisasi produk baru di website bisnis Anda dengan media sosial twitter. Jadi ketika Anda posting produk, akan langsung ada notifikasi pada twitter yang sudah didaftarkan. Cara Membuat Webhook Proses Webhook bekerja – Sumber : Snapchart.com Untuk para pemula, banyak cara membuat webhook yang akan memudahkan Anda menggunakan situs dan aplikasi apapun. Salah satunya bisa melalui situs www.hook.io dimana pengguna bisa mendapatkan hosting khusus webhook subscription yang bisa digunakan untuk apapun, karena mengakomodir bahasa program Bash, Ruby hingga Javascript. Daftar terlebih dahulu pada website tersebut. Masuk dalam akun webhook Anda dan ambil menu service, lalu lanjut pada pilihan Environment variables. Pilih click to add new key untuk memasukkan bot dan token yang kamu inginkan, kemudian akan muncul value pada bagian kanan box yang tersedia. Simpan pembuatan dengan klik save account environment variables. Saatnya membuat service baru pada akun webhook Anda, masukkan nama endpoint yang diinginkan dan route yang sudah diatur otomatis. Contoh: anda memasukkan nama endpoint lovelove untuk perintah webhook membalas pesan sesuai isi pesan yang akan Anda kirim, maka penulisannya adalah: module [‘exports’] // import module request Var request=require (‘request’); //mengirimkan request ke server API Telegram Request.post(‘https://api.telegram.org/bot’+hook.env.bot_token+’/sendMessage’).form({ ‘chat_id’:hook.params.message.chat.id, ‘text’:hook.params,message,text });  https://gudangssl.id/blog/apa-itu-webhook/

Tutorial
34 dibaca

Apa itu Webhooks dan Bagaimana Cara Pakainya?

Webhook juga dikenal sebagai "reverse API". Ini adalah alat yang memungkinkan satu sistem atau aplikasi untuk berkomunikasi dan mengirimkan pemberitahuan secara real-time tentang peristiwa tertentu ke sistem atau aplikasi lain. Pengantar webhook Webhook dikonfigurasi untuk mengirim push notification ke URL tertentu setiap kali ada aktivitas yang terkait dengan peristiwa tertentu terjadi. Misalnya, mari kita kembali ke masa sebelum transfer uang online menjadi tren. Jika Anda harus mentransfer uang kepada seseorang, Anda harus menulis cek atau langsung pergi ke bank. Mungkin bank memerlukan beberapa kali konfirmasi, atau Anda perlu bolak balik ke bank, untuk memastikan semua data benar dan penerima mendapatkan uangnya. Saat ini, Anda dapat mentransfer uang dari perangkat seluler atau komputer Anda dari mana saja kapan saja. Ketika uang dikirim ke penerima, Anda akan diberitahu melalui nomor ponsel atau alamat email Anda yang terdaftar. Anda tidak perlu menelepon siapa pun atau pergi ke bank untuk mendapatkan laporan terbaru. Aplikasi perbankan juga memberi tahu Anda saat tagihan kartu kredit Anda jatuh tempo, saldo Anda hampir habis, atau terjadi transaksi yang tidak sah—tanpa intervensi manual. Pada dasarnya, inilah fungsi webhook.https://www.zoho.com/blog/id/general/apa-itu-webhooks-dan-bagaimana-cara-pakainya.html

Tutorial
33 dibaca

Var Let dan Const, berbeda-beda tetapi satu jua!

Hayo siapa nih yang sedang mempelajari JavaScript? Pastinya kamu akan melihat baik disetiap materi, video atau thread yang sedang kamu baca ini, kamu pasti akan menjumpai var, let dan const. Kira kira bener gak nih? Lantas siapa sih mereka? Menurut kitab sakti yang saya baca, yaitu https://developer.mozilla.org. Mereka semua adalah keyword atau kata kunci yang digunakan untuk mendeklarasikan sebuah variabel pada JavaScript, walaupun ketiganya digunakan sebagai keyword untuk deklarasi variabel, bukan berarti mereka itu sama loh! Yang bener? Yes Serius banget ini, kalau kamu gak percaya yuk kita kupas satu per satu. Var Pada zaman dahulu.. untuk membuat variabel kita menggunakan keyword var, awalnya sih semua baik baik saja dan berjalan dengan sangat amat terkendali, akan tetapi permasalah muncul, bayangkan dengan keyword var, kamu bisa membuat variabel dengan nama yang sama, tapi gak muncul error, bukan hanya error, saya jamin kamu sebagai developer akan pusing 7 keliling sambil berkata "loh yang mana yang harus aku gunakan ini" inilah yang dinamakan dengan fenomena ambigusitas code, jadi developer bingung mau gunakan yang mana, selain ambigusitas code, ada juga fenomena hoisting, Nah sampai sini, munculah super hero baru untuk menaklukan dunia (waduh) bernama let <!-- 4. FOOTER --> <footer class="bg-gray-900 text-white py-8 border-t-4 border-blue-600 mt-auto"> <div class="full-width-container mx-auto flex flex-col md:flex-row justify-between items-center text-sm text-gray-400 gap-4"> <div> <span class="font-bold text-white text-lg tracking-wider">TEKNO<span class="text-blue-500">Pendidikan</span></span> <p class="mt-1">Inovasi pembelajaran digital terbaik.</p> </div> <div>&copy; 2026 webdenny.com - Hak Cipta Dilindungi.</div> </div> </footer>