Pengetahuan berkembang melalui kebiasaan. Ketika seseorang terus belajar, atau terus melakukan sesuatu, otak mereka mulai mengenali pola baru. Jika pola baru ini lebih menarik, atau berguna, otak akan mempertahankannya, dan pola baru akan menjadi kebiasaan baru. Studi tentang manusia telah menunjukkan bahwa lingkungan sangat mempengaruhi mereka, terutama selama masa awal. Pengalaman masa kanak-kanak berdampak pada seseorang hingga mereka mencapai masa remaja dan bahkan ke dalam kehidupan dewasa. Namun, perubahan besar tidak terjadi dalam semalam. Otak membutuhkan waktu untuk beradaptasi, dan membangun koneksi baru, untuk membuat perubahan efektif. Jika perubahan hanya berlangsung dalam waktu singkat, misalnya hanya beberapa hari, otak akan menunjukkan hasil, tetapi dengan cepat akan kembali ke kondisi semula. Agar perubahan menjadi permanen, otak perlu distimulasi dalam jangka waktu yang lebih lama. Semakin lama seseorang berada di lingkungan, baik positif maupun negatif, semakin banyak cara ia akan membentuk cara mereka berpikir dan bertindak. Apa artinya ini untuk pendidikan sudah jelas. Jadi seberapa banyak pengayaan yang diperlukan? Studi menunjukkan bahwa untuk pengalaman belajar yang berkepanjangan dan berdampak, siswa perlu berada di lingkungan belajar yang positif dan aktif dalam jangka waktu yang lebih lama, dalam hal ini beberapa bulan. Sayangnya, dalam pendidikan, pengayaan biasanya hanya dianggap tambahan. Sebagai contoh
pikiran berlari lebih cepat 2